Pagi! Ini buat kalian yang BOP-nya bermasalah (program S-1 Reguler jalur SNMPTN, SBMPTN, atau SIMAK-UI). Saya mau konfirmasi beberapa hal. Sewaktu dinyatakan lolos, ada halaman konfirmasi apakah kalian mau ikuti skema BOP-B atau BOP-P. Kalian pilih BOP-B dan pilih kelas tertentu.
Katakanlah kalian pilih kelas 5 dengan kisaran Rp4—6 juta. Ternyata, kalian malah dapat di kelas 3 sampai 5 (kisaran Rp12,5 juta—17,5 juta) dalam skema BOP-P? Begitu, kan?
Pertanyaan saya, loh, kalian sejak awal kan memilih BOP-B, bukan BOP-P, kenapa malah dilempar ke BOP-P? Kalau kejadiannya begini, ini sama sekali enggak benar.
Kalaupun enggak dikabulkan, seharusnya masih dalam rentang besaran BOP-B (Rp6—7 juta untuk saintek dan Rp4—5 juta untuk soshum), bukan malah dilempar ke BOP-P karena sejak awal tidak memilih itu. 🤨
Jadi, saya mau konfirmasi ke kalian, apakah kondisi ini yang kalian alami?
Pagi! Ini buat kalian yang BOP-nya bermasalah (program S-1 Reguler jalur SNMPTN, SBMPTN, atau SIMAK-UI). Saya mau konfirmasi beberapa hal. Sewaktu dinyatakan lolos, ada halaman konfirmasi apakah kalian mau ikuti skema BOP-B atau BOP-P. Kalian pilih BOP-B dan pilih kelas tertentu.Katakanlah kalian pilih kelas 5 dengan kisaran Rp4—6 juta. Ternyata, kalian malah dapat di kelas 3 sampai 5 (kisaran Rp12,5 juta—17,5 juta) dalam skema BOP-P? Begitu, kan?Pertanyaan saya, loh, kalian sejak awal kan memilih BOP-B, bukan BOP-P, kenapa malah dilempar ke BOP-P? Kalau kejadiannya begini, ini sama sekali enggak benar.Kalaupun enggak dikabulkan, seharusnya masih dalam rentang besaran BOP-B (Rp6—7 juta untuk saintek dan Rp4—5 juta untuk soshum), bukan malah dilempar ke BOP-P karena sejak awal tidak memilih itu. 🤨Jadi, saya mau konfirmasi ke kalian, apakah kondisi ini yang kalian alami?
yes
Pagi! Ini buat kalian yang BOP-nya bermasalah (program S-1 Reguler jalur SNMPTN, SBMPTN, atau SIMAK-UI). Saya mau konfirmasi beberapa hal. Sewaktu dinyatakan lolos, ada halaman konfirmasi apakah kalian mau ikuti skema BOP-B atau BOP-P. Kalian pilih BOP-B dan pilih kelas tertentu. ... Katakanlah kalian pilih kelas 5 dengan kisaran Rp4—6 juta. Ternyata, kalian malah dapat di kelas 3 sampai 5 (kisaran Rp12,5 juta—17,5 juta) dalam skema BOP-P? Begitu, kan? ... Pertanyaan saya, loh, kalian sejak awal kan memilih BOP-B, bukan BOP-P, kenapa malah dilempar ke BOP-P? Kalau kejadiannya begini, ini sama sekali enggak benar. ... Kalaupun enggak dikabulkan, seharusnya masih dalam rentang besaran BOP-B (Rp6—7 juta untuk saintek dan Rp4—5 juta untuk soshum), bukan malah dilempar ke BOP-P karena sejak awal tidak memilih itu. 🤨 ... Jadi, saya mau konfirmasi ke kalian, apakah kondisi ini yang kalian alami?
Missing some Tweet in this thread? You can try to
Update